A Story I Don’t Want to Believe

020909

cekidott..

Sore ini, langit tampak begitu hitam, semakin hitam dan akhir hujan turun dengan deras mengguyur tanah kota. Aku berdiri di depan jendela kamar memperhatikan tiap tetes hujan jatuh membasahi halaman rumahku. sangat ingin rasanya keluar rumah dan berlarian di tengah derasnya hujan, merasakan tiap tetes kesejukannya.

Dari  kejauhan terlihat anak-anak bermain sepakbola, bermandi lumpur, dan bercanda menyiram air ke muka teman-teman mereka. Melihat mereka seperti itu bertambah besar keinginanku untuk keluar rumah berbaur dengan anak-anak itu menikmati tetesan anugerah tuhan, tapi ahh sudahlah. perasaanku ini terlalu berlebihan, orang-orang pasti akan menertawakanku nantinya.

Kuperhatikan jam di dinding kamarku telah menunjukkan angka 5 dan 12. Sejenak aku berpikir, seharian ini aku tak melakukan hal-hal berarti, mulai dari bangun telat, nonton program tv yang tidak jelas, dan bengong berjam-jam di kamar..

Akhir-akhir ini aku merasakan bosan dan malas yang amat sangat, aku bosan pada pelajar yang sebenarnya amat kusukai, bosan dengan tulisan-tulisanku yang sering ku posting di mading sekolah, bosan dengan program televisi yang kusukai. Aku juga malas membereskan rumah, mengerjakan tugas-tugas sekolah dan bahkan akhir-akhir ini mulai malas ke sekolah dan berniat untuk mencoba bolos sekolah.

Perasaan semacam apa ini? entahlah, aku tak tau apa yang menyebabkan aku menjadi seperti ini. aku sendiri merasakan tak punya masalah dengan teman-teman, guru atau orang tua. selama ini teman-teman selalu mengerti dan menemaniku, guru-guru selalu menghargai bakatku, dan orangtuaku tak pernah membatasi kegiatan yang bernilai positif yang kulakukan.aku bahkan tak punya masalah dengan orang terdekatku (maksudku pacar), orangtuaku memang tidak pernah melarang aku pacaran selama itu tidak mempengaruhi nilai, kepribadianku dan prinsipku,. apalagi dia itu cowok baik, walaupun tak sepenuhnya seperti yang ku inginkan.

Aku beranjak dari depan jendela kamar, ku ambil posisi duduk di atas meja belajar sambil kuperhatikan seisi kamar yang bak kapal pecah karena sejak seharian tidak kubersihkan,. buku dan komik bertebaran di mana-mana, tempat tidur yang tidak kurapikan dan komputer yang masih menyala seharian.

Tiba-tiba saat melihat foto aku dan Vikran yg ku jadikan desktop background komputerku, aku merasakan perasaan ingin melihatnya, menemuinya dan mengatakan “jangan sampai kita dipisahkan oleh perasaan anehku ini”. Aku takut jika perasaan bosanku ini hinggap juga pada hubunganku dengan Vikran yang sudah kami jalani sejak setahun yang lalu.

Susah sekali dibayangkan jika sampai harus kehilangan pacar sekaligus kakak dan teman seperti Vikran yang selama ini selalu sabar menghadapi tingkahku yang sering cemburuan, apalagi jika menyangkut mantannya Wintan, adik kelasku sekaligus rekan kerjaku di mading sekolah.. Jujur, aku memang tidak menyukai Wintan. Apalagi dia pernah bilang kalau dia masih suka sama Vikran dan menginginkan Vikran jadi pacarnya lagi.. Aku sering mengatakan hal ini pada Vikran dan Vikran selalu menjawab “nggak usah di denger omongan Wintan, aku nggak mungkin balik lagi sama dia dengan apa yang udah dia lakuin ke aku dulu..” dan sudah seharusnya aku mempercayai Vikran, dan berhenti mempersoalkan Wintan, Aku memang tak seharusnya cemburu pada Wintan karena meski dia lebih cantik dan lebih imut dari aku, aku pasti punya kelebihan lain yang membuat Vikran lebih memilih aku. Lagipula perhatian Vikran selama ini tidak pernah berubah terhadapku.

Langit kota perlahan lahan mulai cerah dan perlahan lahan pula memerah menandakan senja mulai tiba, aku beranjak dari posisi dudukku di depan meja komputer. Ku matikan kumputer kemudian menutup jendela kamarku dan sedikit kurapikan kamarku agar tidak begitu berantakan.

Tiba-tiba kurasakan perut yang begitu lapar, tanpa berpikir lagi aku beranjak menuju dapur mencari makanan,. tapi aku mendapati isi lemari dapur kosong, dan aku baru ingat kalo aku saat ini sedang sendiri di rumah, orangtuaku sedang mengunjungi kakakku yang kuliah di luar kota., lalu aku periksa isi kulkas, siapa tau ada sesuatu bisa ku makan malam ini,. dan pada akhirnya aku hanya menemukan sebungkus mi instant. tapi tidak apa-apa lah, lumayan juga buat peredam lapar.

Ku lahap habis mie instant yang ku masak tanpa ada sisa sedikitpun. klo Vikran tau mungkin dia bakal marah, karena memang dia gag suka liat aku makan mie instant, dia sering bilang “walaupun menu makanku juga gag sehat, tapi aku paling anti makan mie instan..” ia berkata demikian karena dulunya Vikran memang pernah punya pengalaman gag enak soal mie instant, ia bahkan sampai di rawat di rumah sakit karena mengkonsumsi mie instant.. tapi ya mau gimana lagi, aku malas sekali untuk keluar rumah membeli makanan.

Aku lalu beranjak dari dapur kembali menuju kamarku, tempat ku habiskan waktuku seharian. Kulihat jadwal pelajaran besok pagi.

“mmm.. ternyata besok ada pelajaran sejarah, pelajaran yang paling aku tidak sukai” gumamku sedikit tidak bersemangat. Seharian ini memang tidak ada hal yang membuatku bersemangat, “tapi ya sudahlah mungkin besok aku tidak akan seperti ini lagi” ujarku mencoba sedikit bangkit.

Ku nyalakan kembali komputerku lalu memutar winamp lagu-lagu kesukaanku yang beberapa diantaranya adalah lagu favorit Vikran juga.. aku sering sekali memintanya menulis kembali lirik lagu yang aku dan dia suka dan kemudian mengirimkannya padaku lewat sms atau email,. walaupun hanyan salinan lirik lagu, aku sangat senang menerimanya karena meski otaknya jauh lebih encer dari aku, dia nggak mungkin bisa nulis kata-kata puitis seperti itu. Aku bahkan pernah bertanya padanya “apa kamu pernah nembak aku?” dan jawaban Vikran singkat “itu nggak penting, yang penting kita udah jadian..”

Dan jika di ingat kembali kejadian setahun yang lalu, saat pertama kali aku ketemu Vikran, waktu itu aku ikut ‘lomba cipta narasi fiktif’ yang kebetulan diadakan di sekolahnya, aku yang sama sekali belum pernah datang ke sekolah seluas itu bingung mencari lokasi lomba, untung aku bertemu dengan Vikran yang bersedia mengantarkanku ke tempat lomba dan bersedia menungguku hingga lomba selesai,. tidak hanya itu dia juga mengantarku pulang sampai ke rumah. Dari situ, keakraban antara aku dan Vikran terbentuk, di tambah lagi setelah aku tau bahwa sewaktu SMP dulu ternyata kami pernah satu kompleks dan satu sekolah.

Sejak saat itu, aku dan Vikran mulai sering smsan, chatingan dan telponan, berbagi cerita..

Dan yg membuat aku tertarik dengan Vikran adalah sikapnya yang tak bisa ku tebak,.

Suatu hari dia pernah memintaku untuk menunggunya di depan sekolah, aku pikir hari itu memang waktunya ia diizinkan keluar asrama, maklumlah sekolahnya sekolah favorit di kota ku, setiap siswanya diwajibkan tinggal di asrama. tapi ternyata aku mendapati dia muncul dari belakang sekolah dg kondisi celana sedikit robek, mungkin ia terjatuh saat memanjat pagar belakang sekolah.

“kamu gila ya? berani kabur dari asrama,. ntar kalo penjaga asrama tau gimana?” ujarku cemas.

tapi Vikran malah menarik lenganku dan kemudian membawaku pergi dari depan sekolahnya,

“aku bosan di asrama..!” ujarnya lalu mengajakku duduk di kursi taman dekat kompleks rumahku.

“iya, aku tau.. tapi kan nggak harus pake cara kabur kek gini kan?, aku cuma nggak mau ntar kamu dihukum kalau penjaga asrama tau kamu kabur sama aku” ujarku semakin cemas.

“sudahlah, nggak bakal ada yang tau., lagian kamu nggak perlu cemas sampe segitunya banget, bukan kamu yang ngajak aku kabur, aku kok yang kepengen banget ketemu sama kamu..” ujarnya berusaha menenangkanku.

Meski merasa senang sekaligus bangga mendengar alasan kenapa Vikran kabur dari asrama, aku berusaha untuk tidak menunjukkan raut wajah senang karena gimana pun juga, apa yang dilakukan Vikran tu tidak benar.

Tapi begitulah Vikran, dia gag pernah menyembunyikan kejelekannya di depanku. Apa yang menjadi kebiasaan buruknya tak pernah ia tutupi. buat apa juga di tutup tutupi, toh akhirnya orang lain juga bakal tau kekurangan kita.

“aku harap kamu suka sama aku bukan lantaran aku siswa sekolah favorit. karena meski aku bersekolah di sekolah favorit, aku bukanlah siswa berprestasi seperti kamu. aku hanya siswa biasa yg beruntung bisa sekolah di sana. dan asal kamu tau, seragam sekolah yang harus kami pakai ke mana saja kami pergi itu tidak hanya lambang kebanggaan kami sebagai siswa SMA favorit, tapi juga lambang pengintimidasian. Kami juga sangat ingin memakai pakaian bebas saat jalan-jalan di mol seperti remaja-remaja lain” tutur Vikran.

Melalui cerita Vikran aku mulai tau, jika selama ini siswa2 sekolah favorit ternyata ingin seperti kami, siswa2 sekolah biasa. dan berkesimpulan bahwa kita semua bisa meraih prestasi individu, nggak harus di SMA favorit. Karena itulah, aku juga berusaha untuk tampil apa adanya di depan Vikran. namun, ketika aku tanya pada Vikran “apa yang kamu gag suka dari aku?” jawabannya hanya lah “aku belum menemukannya..”

Justru jawabannya yang seperti itulah yang membuat aku tidak bisa tenang. Aku cuma gag mau kalo dia sampe terlamat mencintai kekuranganku.

* * * * * * * * * * * *

Kurebahkan tubuhku diatas tempat tidur, kuperhatikan jam dinding sudah menunjukan jam setengah dua belas malam, dan apa yang kurasakan saat ini masih sama dengan apa yang kurasakan tadi siang dan tadi sore..

Keheningan malam sekalipun  ternyata tak mampu menghilang rasa anehku justru malah membuatku semakin tidak nyaman dengan diriku sendiri hari ini.

Kuperhatikan kalender yang tertempel di sisi dinding dekat dengan tempat tidur, hari ini 21 februari, 17 hari telah berlalu dari tanggal 3 februari, hari yang menurut aku dan vikran sangat istimewa, kami bahkan telah berjanji untuk tetap saling menghubungi setiap tanggal 3 dan 15 dalam setiap bulannya untuk merayakan hari jadian kami, padahal sebenarnya kami sendiri tidak tau pasti kapan kami jadian, sampai Vikran memutuskan untuk menetapkan tanggal 3, hari dimana aku pertama kali datang ke sekolah vikran untuk mengikuti lomba cipta narasi fiktif sebagai hari jadian kami,  karena menurut Vikran mulai dari saat itu lah kami memulai perjalanan kami ini. Dan mengapa pula tanggal 15? Karena di tanggal 15 kami sama-sama menghirup udara segar dan melihat dunia. Bedanya adalah jika aku 15 maret 1990, maka Vikran 15 juli 1989.. di hari itu kita pasti saling menelpon, terkadang hanya sekedar untuk mengucapkan “Selamat UlBul” atau “Selamat Ulang Bulan” karena terlalu lama rasanya bagi kami untuk bisa saling mengucapkan “selamat UlTah” atau “Selamat Ulang Tahun”, dan di tanggal 15 itu juga aku juga sering menghitung selisih umurku dan Vikran, aku sering berkata “jika disuruh memilih, aku tidak ingin hanya memiliki tanggal lahir saja sama dengan Vikran, jika bisa aku ingin bulan dan tahun lahirku juga sama dengan Vikran.

Langit kota terlihat begitu cerah, nampaknya cuaca hari ini sangat bersahabat untuk keluar rumah, kuputuskan untuk jalan-jalan disekitar kompleks rumahku. Barangkali saja aku bias menemukan sesuatu yang baru dan menarik yang mungkin saja bias menghilangkan rasa bosan yang menggrogotiku beberapa hari terkhir ini.

Aku pun terus berjalan sampai akhirnya aku sampai di sebuah taman, tempat dimana aku sering bertemu dan ngobrol dengan Vikran. Aku pun duduk di bangku taman paling ujung, tempat favorit Vikran.

Meskipun cuaca sore ini cukup baik, tapi tak banyak orang yang menghabiskan waktu di taman ini, bahkan sampai sepuluh menit terakhir hanya ada seorang anak kecil yang datang dan seketika pergi saat di panggil temannya.

“mungkin kebosanan seperti in hanya melanda ku” pikirku dalam hati

“tapi ah sudahlah, tidak penting untuk kupikirkan, yang harus kupikirkan sekarang adalah mengapa tiga hari terakhir ini Vikran tidak menghubungiku”. Ujarku dalam hati

Dan saat aku mencoba mneghubunginya, nomornya selalu tidak aktif. Padahal, kalaupun ia ganti nomor pasti akan memberitahukan aku terlebih dahulu. Ketika kuhubungi teman-teman dekatnya juga tidak ada yang tau keberadaan Vikran saat ini.

“Vikran…Vikran…, kamu tuh ya emang susah ditebak, tapi itu yang bikin kamu jadi unik sampai-sampai aku takut banget kalau harus kehilangan kamu” gumamku dalam hati.

Tapi satu hal yang membuat aku sangat bingung, seminggu yang lalu ia masih sempat memintaku untuk datang ketempat ini.

“kalau aku ga ada deket kamu,  bintang-bintang ini akan wakilin aku jagain kamu. Dan kamu haus janji ke aku, apapun yang terjadi nanti kamu harus tetap semangat dan tetap senyum.” Kata-kata terakhir yang aku dengar dari mulut Vikran sebelum ia tiba-tiba menghilang.

Entah apaa maksud kata-kata Vikran itu, tapi aku harus percaya pada Vikran meskipun saat ini aku sangat mencemaskannya tapi aku sama sekali tidak tau harus berbuat apa dan bagaimana caranya untuk menghubungi Vikran.

Tiba-tiba handphoneku bordering. Kelihatannya ada panggilan dari nomor baru. Akupun langsung mengangkatnya.

“hallo… ini siapa ya?” tanyaku mengawali pembicaraan.

“ini bener nomernya Ara. Aku Angga temen satu sekolah Vikran” balas orang yang menelpon itu.

“iya bener ini Ara, ada apa ya Ngga? Aku balik bertanya ke Angga

“kamu tau nomer Vikran selain nomer yang sering dia pake nggak? Soal-nya tiga hari yang lalu Vikran pindah ke kamar aku dan tiba-tiba semalam dia pergi, trs nggak bilang lagi kemana dan sampai sekarang belum pulang-pulang.” Tutur Angga.

“Aku juga bingung ngga, 4 hari yang lalu aku sempat nelpon dia tapi nggak diangkat dan setelah itu sampai sekarang nomernya nggak pernah aktif”. Ujarku mengungkapkan kebingungan yang sama dengan Angga.

“emangnya kemaren dia nggak bilang sama kamu kalau dia mau pergi kemana?” tanyaku semakin cemas mendengar cerita dari Angga.

”waktu aku balik dari kelas semalam aku udah nggak ngeliat Vikran lagi dikamar, aku pikir dia sedang kekamar kecil atau mungkin dia balik ke kamarnya tapi setelah kau tanyain ke temen sekamarnya, si Vikran juga nggak ada disana dan aku telpon nggak masuk-masuk. Padahal waktu itu dia lagi sakit, makanya aku cemas dan cari nomer kamu.” Urai Angga.

“Gimana bisa? Kok dia nggak cerita ke aku kalau dia lagi sakit?” ujarku panic.

“Aku juga nggak ngerti. Dia bahkan nggak ninggalin pesan apa-apa sebelum pergi gitu aja.” Jawab Angga

“ya udah deh kalau gitu, thanks ya Ngga atas infonya.” Seketika langsung ku tutup telepon dari Angga dan langsung kulangkahkan kakiku menuju suatu tempat, yang mungkin saja aku bisa menemukan Vikran disana.

Kupercepat langkahku menuju tembok belakang asrama sekolah Vikran, barangkali saja dia ada disana. Aku tak mampu lagi membendung rasa cemasku, apalagi setelah Angga berkata kalau Vikran sedang sakit. Aku juga tidak mengerti apa yang ada di otak Vikran sampai-sampai dia bertindak seperti ini.

Setelah kutelusuri setiap sudut, aku masih belum menemukan Vikran, bahkan keadaan disekitar tembok belakang asrama sekolah Vikran terlihar dipadati oleh rerumputan dan semak belukar, tidak menunjukkan tanda-tanda bekas dilalui orang.

Vikran memang telah berjanji padaku tidak akan kabur lagi dari asrama dengan memanjat tembok belakang asrama sekolahnya.

Akupun menghentikan pencarianku meskipun aku belum puas karena belum menemukan keberadaan Vikran, dengan langkah gontai aku memutuskan kembali ke rumah, brangkali kau harus menenangkan diri dulu dan menjernihkan fikiran agar bisa menemukan vikran.

Kurebahkan begitu saja tubuhku diatas kasur, aku sama sekali tidak tau harus berbuat apa sekarang, dan tidak tau harus kemana lagi kucari Vikran,.

Tiba-tiba ponselku berbunyi, ada sms dan ternyata dari Vikran

“Ara, aku sayang sama kamu. Tapi itu semua nggak cukup buat aku untuk meneruskan hubungan ini, dari awal aku ngerasa aku mampu untuk nahan rasa nggak enakku sama kak Ervan, tapi ternyata lama-lama aku semakin tertekan,. Padahal dulu aku diminta kak ervan buat jagain kamu sebelum dia berangkat ke jepang. Walaupun kamu nggak pernah jadian sama kak ervan sebelumnya tapi aku ngerasa nggak enak sama kak ervan karena pacaran sama kamu. Sekali lagi aku Sayang banget sama kamu Ara, untuk sementara kita break dulu. Aku tau ini berat buat kamu, tapi aku nggak tau lagi harus gimana, aku dilemma..” seketika aku bagaikan disambar petir. Kekhawatiranku ternyata menjadi kenyataan. Lidahku seketika kelu, pandanganku kosong dan tanpa kusadari airmata menetes dari mataku.

“kenapa semua tiba-tiba jadi seperti ini, “ ujarku smabil menyeka airmataku, aku merasa terpukul sekali dengan keputusan Vikran.

Sejenak kucoba menahan tangisku, kuputuskan untuk menelpon vikran untuk mengutarakan kekecewaanku atas keputusannya.

Ternyata panggilannya masuk da Vikran mengangkat teleponku.

“maaf Ara, aku…..” belum sempat Vikran melanjutkan kata-katanya, aku langsung menangis, tak kuasa kutahan airmataku untuk tidak mengalir.

“kamu jangan nangis dulu, aku ngelakuin ini semua bukan berarti aku udah nggak saying lagi sama kamu, justru karena aku sayang banget sama kamu.. aku mohon kamu bisa ngertiin posisi aku.” Ujar Vikran membuat air mataku semakin deras.

“Ara please… jangan nangis… aku tau ini berat buat kamu, tapi tekanan yang aku alamin selama ini lebih berat… aku mohon kamu bisa ngerti” dan tetap saja penjelasan Vikran tak mampu membuatku menghentikan tangisku.

“aku salah apa Vik? Sampai-sampai kamu nggak ngasi tau aku dulu tentang kalau kamu mau bikin keputusan kaya gini.. kamu tiba-tiba hilang dan tiba-tiba datang dan buat keputusan kek gini…” ujarku disela isak tangis.

“kamu nggak salah apa-apa kok, lagian kita Cuma break…” ujar vikran meyakinkanku..

Namun tetap saja aku masih tak mampu untuk berhenti menangis…

My words are frozen, tears keep flowing, words which I don’t want to believe. Even when I dream, I don’t want to believe those words. Because I love you.

I get a feeling that you’ll leave me, You told me you love me, but now, why you say goodbye? I cannot let you go like this,..

sori klo kata2 author rada lebai, maklumlah ni cerita ditulis waktu author masih jadi anak alay,,… dan mohon maaf jika terdapat kemiripan karakter, tempat dan kejadian/peristiwa, author  ga punya maksud apa2 ngepost cerita ini ke blog..  kecuali cuma pengen shared n lucu2an aja,,, 😀

China Olympic Venues (Bird’s Nest and AquaCube)

Salah satu tempat yang akan menjadi perhatian saat berkunjung ke cina adalah stadion olimpiade Beijing. Stadion ini berkapasitas 91 ribu tempat duduk  dan terbuat  dari beberapa jalinan kepingan baja yang membuat stadion itu tampak unik mirip sarang burung. Stadion Nasional ini dirancang oleh perusahaan tersohor dari Swiss, Herzog de Meuron, dan arsitek Cina, Li Xinggang. Desain itu mengalahkan 13 desain lain yang masuk dalam kompetisi berskala dunia yang dilaksanakan pada tahun 2003.
Stadion megah ini merupakan stadion yang paling terakhir selesai dan menelan biaya 500 juta dollar.

dan bangunan yang berada disampingnya adalah adalah Beijing National Aquatics Center yang juga dikenal dengan sebutan Aqua Cube. Bentuk bangunan ini didisain layaknya sebuah gelembung air yang dibuat dari plastik transparan (ethylene tetrafluoroethylene/ ETFE) yang diisi dengan udara dan dipasang pada rangka besi yang ada. Dengan disain ini, diharapkan dapat menghasilkan energi yang lebih efisien sekitar 30% dibandingkan gedung standar dengan ukuran yang sama. Gedung ini juga menggunakan lampu LED yang tentu saja jauh lebih irit dan tidak panas. Didisain oleh Arup, PTW dan China State Construction

Badminton Asia Championships 2011-China Sapu Bersih

Tuan rumah China memastikan diri menyapu bersih semua gelar juara Badminton Asia Championships 2011, setelah ganda putra Jepang, Hirokatsu Hashimoto/ Noriyasu Hirata, satu-satunya wakil diluar China yang tampil di babak final gagal menjungkalkan Cai Yun/ Fu Haifeng siang tadi (Minggu, 24/04/11).

Hirokatsu Hashimoto/ Noriyasu Hirata yang menjadi unggulan delapan harus puas menjadi runner-up setelah ditekuk, Cai Yun/ Fu Haifeng, juara dunia 2006, 2009 dan 2010 yang merupakan unggulan satu dalam pertarungan dua set langsung 12-21, 15-21 .

Pada partai pembuka di nomor ganda putri, pasangan Wang Xiaoli/ Yu Yang yang merupakan unggulan dua meraih gelar juara dengan menaklukkan pasangan ganda putri China unggulan enam, Tian Qing/ Zhao Yunlei 21-13, 21-12.

Peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 dan Asian Games 2010, Lin Dan yang menjadi unggulan satu meraih gelar tunggal putra dengan menyingkirkan rekannya Bao Chunlai, unggulan tujuh, dua set langsung 21-19, 21-13.

Gelar juara tunggal putri diraih pebulutangkis China unggulan dua, Wang Yihan setelah menaklukkan Lu Lan 21-15, 23-21. Bagi Wang Yihan, kemenangannya kali ini mencatatkan lima kali kemenangan atas Lu Lan dari delapan kali pertemuan.

Pada nomor ganda campuran, pasangan Zhang Nan/ Zhao Yunlei yang merupakan unggulan satu kembali membuktikan keperkasaannya meraih gelar juara dengan menaklukkan Xu Chen/ Ma Jin unggulan delapan lewt pertarungan ketat tiga set 15-21, 21-15, 25-23.

Sementara Indonesia gagal pada turnamen berhadiah total USD 150.000 ini. Langkah terjauh yang diraih pebulutangkis Indonesia, Markis Kido/ Hendra Setiawan dan Alvent Yulianto Chandra/ Hendra Aprida Gunawan hanya sampai pada babak perempat final. (*)

Hasil Pertandingan babak final (Minggu, 24/04/11) :
Ganda Putri:
– Xiaoli Wang/Yang Yu [2][CHN] vs Qing Tian/Yunlei Zhao [6][CHN] 21-13, 21-12
Ganda Putra:
– Yun Cai/Haifeng Fu [1] [CHN] vs Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata [8][JPN] 21-12, 21-15
Tunggal Putra:
– Dan Lin [1][CHN] vs Chunlai Bao [CHN][7] 21-19, 21-13
Tunggal Putri:
– Yihan Wang [2] [CHN] vs Lan Lu [CHN] 21-15, 23-21
Ganda Campuran:
– Nan Zhang/Yunlei Zhao [1][CHN] vs Chen Xu/Jin Ma [8] [CHN] 15-21, 21-15, 25-23

Badminton Asia Championships 2011 Indonesia Tanpa Wakil di Semi Final

Indonesia harus mengubur asa meraih gelar juara pada Badminton Asia Championships 2011yang berlangsung di Sichuan, China. Dua ganda putra yang berlaga di babak perempat final, Markis Kido/ Hendra Setiawan dan Alvent Yulianto Chandra/ Hendra Aprida Gunawan kandas pada babak perempat final malam hari ini (Jumat, 22/04/11).
Peraih gelar medali emas Olimpiade Beijing 2008, Markis Kido/ Hendra Setiawan yang menjadi unggulan dua harus mengakui keunggulan ganda putra Jepang unggulan delapan, Hirokatsu Hashimoto/ Noriyasu Hirata 15-21, 13-21. Ini kekalahan pertama Kido/Hendra dari pasangan Hirokatsu/ Noriyasu dari empat kali pertemuan mereka. Terakhir bertemu di ajang Yonex All England Open Badminton Championship 2011 bulan Maret lalu, Kido/ Hendra menyikat Hirokatsu/ Noriyasu dua set langsung dengan skor 21-14, 21-13.

Kekalahan Kido/Hendra ini memupuskan harapan Indonesia meraih gelar juara, setelah sebelumnya pasangan Alvent Yulianto Chandra/ Hendra Aprida Gunawan juga mengalami nasib yang sama. Alvent Yulianto/ Hendra Aprida yang menjadi unggulan empat harus mengakui ketangguhan ganda putra tuan rumah China unggulan enam, Xu Chen/ Zhang Nan dalam pertarungan tiga set 17-21, 21-14, 12-21.

Pada pertandingan di semi final besok (Sabtu, 23/04/11), pasangan Hirokatsu Hashimoto/ Noriyasu Hirata akan menghadapi ganda putra tuan rumah China unggulan lima, Chai Biao/ Guo Zhendong yang melaju ke semi final dengan menaklukkan rekannya dari China, Liu Xiaolong/ Qiu Zihan 21-17, 21-16. Semi final ganda putra lainnya akan saling berhadapan ganda putra China, unggulan satu Chai Yun/ Fu Haifeng menghadapi Xu Chen/ Zhang Nang.

China memastikan meraih gelar juara di nomor tunggal putra setelah empat tunggal putra China memastikan diri tampil di babak semi final. Lin Dan yang merupakan unggulan satu akan menghadapi Du Pengyu unggulan enam, Lin Dan meraih kemenangan atas tunggal putra Jepang, Sho Sasaki 21-16, 16-21, 21-17, sementara Du Pengyu menaklukkan pebulutangkis Vietnam, Nguyen Tien Minh unggulan empat 21-15, 21-17.

Semi finalis tunggal putra lainnya, Bao Chunlai unggulan tujuh yang menaklukkan Boonsak Ponsana unggulan tiga dari Thailand dua set langsung 25-23, 21-19, akan menghadapi unggulan dua, Chen Long yang menaklukkan rekannya dari China unggulan delapan, Wang Zhengming lewat pertarungan tiga set 15-21, 21-8, 21-16.

Di partai semi final tunggal putri, pebulutangkis Taipei, Cheng Shao Chieh akan menjadi batu sandungan bagi pebulutangkis China meraih gelar juara, setelah tiga semi finalis lainnya menjadi milik pebulutangkis China. Cheng Shao Chieh yang melaju ke semi final besok, akan menghadapi unggulan dua, Wang Yihan setelah menaklukkan tunggal putri Thailand, Porntip Buranaprasertsuk 18-21, 23-21, 21-7, sementara Wang Yihan menaklukkan pebulutangkis Thailand lainnya, Sapsiree Taerattanachai 21-9, 21-19.

Semi finalis tunggal putri lainnya akan saling berhadapan Lu Lan menghadapi unggulan lima, Jiang Yanjiao. Lu Lan yang tidak diunggulkan menaklukkan rekannya Li Xueri unggulan enam, 26-24, 22-20, sebelumnya di babak kedua Lu Lan menekuk rekannya Wang Shixian yang merupakan unggulan satu lewat pertarungan tiga set, 10-21, 21-18, 21-11. Sementara langkah Jiang Yanjiao menuju partai semi final dengan menaklukkan rekannya dari China unggulan empat, Liu Xin lewat pertarungan ketat tiga set 17-21, 21-14, 23-21.

Pasangan ganda campuran Thailand, Sudket Prapakamol/ Saralee Thoungthongkam yang merupakan unggulan dua akan menjadi penghalang bagi China untuk meraih gelar di nomor ganda campuran. Pada partai semi final, Sudket/ Saralee yang menyingkirkan ganda campuran Taipei unggulan enam, Lee Sheng Mu/ Chien Yu Chin 29-27 21-10, akan menghadapi ganda campuran China unggulan delapan, Xu Chen/ Ma Jin. Sementara semi finalis ganda campuran lainnya menjadi milik China, pasangan unggulan satu Zhang Nan/ Zhao Yunlei akan menghadapi Hong Wei/ Pan Pan.

Demikian juga di partai ganda putri mampu meloloskan tiga wakilnya di babak semi final, satu wakil di luar China menjadi milik ganda putri Korea Selatan unggulan lima, Ha Jung Eun/ Kim Ming Jun yang akan menghadapi ganda putri China unggulan enam, Tian Qing/ Zhao Yunlei. Sedangkan semi finalis lainnya akan berhadapan unggulan delapan, Bao Yiyin/ Zhong Qianxin menghadapi unggulan dua, Wang Xiaoli/ Yu Yang. (*)

Bagaimana cara membuat uang bekerja untuk anda?

Bukan hal yang keliru kalau ada yang beranggapan bahwa besarnya penghasilan tidak selalu berbanding lurus dengan besarnya kekayaan. Seseorang yang penghasilannya di atas Rp 10 juta sebulan, misalnya, bisa saja kehidupan keuangannya lebih ”susah” ketimbang karyawan yang penghasilannya sebesar Rp 5 juta per bulan.

Kok bisa begitu? Bisa saja. Sebab, berapa pun kecilnya penghasilan, sepanjang pengeluaran lebih rendah ketimbang pemasukan, berarti memiliki cash flow positif yang bisa dipergunakan untuk meningkatkan kekayaan.

Di sisi lain, berapa pun besarnya penghasilan, jika pengeluaran lebih besar dibandingkan pemasukan, posisi keuangan akan defisit. Itu berarti sebagian kebutuhan akan dibiayai oleh utang. Dus, tidak ada sumber dana yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan aset. Yang ada adalah penurunan kekayaan secara bertahap karena aset akan dipergunakan untuk pembayaran utang.

Oleh karena itu, tingkat kekayaan seseorang sebenarnya tidak diukur dari besarnya penghasilan, melainkan lebih bergantung pada karakter pengelolaan penghasilan. Singkatnya, berapa pun kecilnya penghasilan, tetap dimungkinkan menjadi kaya jika mau dan mampu melakukan inovasi dalam pengelolaan keuangan.

Apa itu inovasi keuangan? Sederhananya adalah melakukan hal yang berbeda dalam pengelolaan keuangan. Misal, jika orang kebanyakan menggunakan kartu kredit untuk berutang, dalam koridor inovasi keuangan, penggunaan kartu kredit adalah untuk memanfaatkan tenggang pembayaran sehingga Anda bisa menggunakan dana pihak lain, dalam kurun waktu tertentu tanpa biaya apa pun
Jadi, jika Anda berbelanja pada hari ini dan kemudian melunasinya sebelum jatuh tempo, berarti Anda bisa mendapatkan tambahan cash flow dalam kurun waktu tersebut, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal.

Bayangkan, jika Anda bisa membeli barang dengan harga ”X”, misalnya, lalu menjualnya kembali dengan harga ”X” plus keuntungan, Anda telah berbisnis tanpa modal dan bahkan memperoleh untung. Dengan kata lain, utang yang digunakan untuk kegiatan produktif merupakan salah satu inovasi keuangan. Apalagi jika utang itu sendiri diperoleh tanpa biaya apa pun, seperti penggunaan kartu kredit di atas.

Bagaimana jika utang itu menimbulkan biaya bunga? Tidak masalah. Sepanjang biaya bunga masih lebih rendah dibandingkan keuntungan yang diperoleh, tetap saja Anda tergolong kalangan yang inovatif. Jadi, ringkasnya, menumbuhkembangkan aset bisa dilakukan tanpa modal. Modal itu diperoleh dari utang. Lalu dipergunakan untuk berbisnis. Dan hasil bisnis tersebut mampu memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan biaya utang itu sendiri.

Aset produktif
Contoh inovasi keuangan lainnya adalah memiliki sebanyak mungkin aset produktif dibandingkan aset konsumtif. Pernahkah Anda melihat pedagang yang tinggal di sebuah ruko, di mana lantai paling bawah digunakan untuk berdagang, sementara lantai di atasnya digunakan sebagai tempat tinggal?

Artinya, tempat usaha dan rumah tinggal menjadi satu. Dengan kata lain, rumah tinggal si pedagang tersebut bukan sekadar rumah tinggal, tetapi telah menjadi aset produktif yang bisa menghasilkan uang, alias tempat berbisnis. Bagaimana dengan Anda? Boleh jadi Anda memilki rumah lebih dari satu. Dan rumah yang tidak Anda tinggali setiap bulan malah menguras kantong Anda karena mesti membayar biaya listrik dan biaya pemeliharaan lainnya. Malah kondisi rumah terus merosot karena faktor usia dan lain sebagainya. Konkretnya, beberapa rumah yang Anda miliki bukan saja tidak produktif, tetapi malah menjadi beban. Oleh karena itu, rumah tersebut mesti diproduktifkan, dalam arti memberikan penghasilan, misalnya disewakan kepada pihak lain.

Selain rumah, coba lihat lagi berbagai kekayaan yang Anda miliki. Cermati apakah aset tersebut sekadar sebagai aset konsumtif, atau alat menjaga gengsi belaka, atau memang tergolong produktif. Jika Anda memiliki perhiasan emas yang nilainya meningkat, perhiasan itu tergolong aset produktif yang bisa menambah kekayaan Anda. Begitu juga dengan lukisan yang nilainya bisa saja mengalami peningkatan. Ringkasnya, aset produktif adalah aset yang memiliki nilai investasi.

Inovasi keuangan juga bisa dilakukan dengan cara pemilihan investasi yang tepat. Pengertian investasi yang tepat di sini adalah bagaimana menyuruh uang Anda ”bekerja” untuk Anda. Jadi, uang menghasilkan uang. Bagaimana caranya? Lakukan investasi aktif.

Investasi aktif adalah secara reguler memilih dan mengevaluasi investasi yang telah dilakukan. Di pasar modal, misalnya, sebagian kalangan membeli saham, lalu terus memegangnya dalam kurun waktu yang lama, dengan harapan memperoleh dividen dan capital gain. Ini memang tidak salah. Tetapi, dalam kurun waktu tersebut, bisa saja harga saham yang dipegang mengalami kemerosotan harga. Kalangan yang memegang saham tersebut boleh jadi tidak peduli atau malah menjualnya karena khawatir harga saham akan semakin merosot.

Nah, seorang investor aktif tidak akan bersikap seperti itu. Ia malah akan membeli lagi saham dimaksud pada harga yang lebih rendah. Kenapa? Karena tujuan memegang saham dimaksud adalah untuk jangka panjang. Dan ketika harga saham merosot, dilakukan pembelian agar secara rata-rata biaya pembelian saham menjadi lebih murah. Contoh-contoh lain tentang investasi aktif telah banyak diulas dalam tulisan-tulisan terdahulu di kolom ini.

Yang terakhir adalah inovasi keuangan dalam pengelolaan biaya. Pernahkah Anda mendengar istilah ”must have” vs ”nice to have”? Coba terapkan itu dalam perilaku pengeluaran biaya Anda. Berapa banyak Anda menghabiskan uang untuk membeli barang-barang yang sekadar ”nice to have”? Boleh jadi, kalau ditotal seluruh pembelian Anda, terutama pengeluaran yang bersifat harian, akan lebih banyak yang tergolong ”nice to have”.

Jika Anda bisa memotong biaya ”nice to have” 50 persen saja, akan sangat banyak tabungan yang Anda peroleh dan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan keuangan lain yang lebih produktif. Selamat mencoba