prolog: four days for no reason

“Dari sekian banyak ‘kebetulan’, kenapa harus ada ‘Kebetulan Saya Bertemu Anda’. Apakah penyesalan saya bisa mengubah semua ‘kebetulan’ ini?”

Dan anda mengatakan “Menyesallah… Anggaplah penyesalan anda juga adalah ‘kebetulan’ dan maaf jika saya ‘kebetulan’ muncul dalam hidup anda. Semoga tidak akan pernah ada ‘kebetulan’ seperti ini lagi dalam hidup anda.

“Entahlah… memikirkan ini semua hanya bisa membuat saya semakin menyesal, selalu menyesal dan sampai kapanpun tetap menyesal”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s